Surat Untuk
Mantan
Solo, 1 April 2014
Teruntuk
separuh hatiku yang pergi,
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Apa kabar Mas? Semoga kamu baik-baik
saja dan selalu dalam lindunganNya. Bagaimana dengan pekerjaanmu? Semoga
pekerjaanmu selalu dimudahkan olehNya. Bagaimana rasa kopi buatanya? Apakah
seenak kopi buatanku? Sekental kopi buatanku? Hahaha aku rasa kamu akan
menjawab iya dengan yakinnya.
Mas, asalkan
kamu tahu setelah kamu pergi meninggalkanku seperti ada ruang kosong di hatiku
yang tak berpenghuni seperti dulu. Mungkin aku sangat tolol mengatakan ini tapi
aku hanya ingin berkata jujur. Mas, asal kamu tahu kamu masih menjadi angin
penghidupanku, angin penyejuk dalam setiap langkahku. Kamu masih jadi irama
dalam detak jantungku. Dan kamu masih menjadi kopi panasku yang membuat aku
mengerti arti sebuah kehidupan.
Mas, aku selalu merindukan setiap moment terdahulu yang kita
lewati bersama. Kamu boleh memakiku saat ini ketika kamu membaca surat dariku
ini. Tapi mengertilah Mas, kamu masih menjadi juara dalam hati ini, hati
seorang perempuan muda yang mencari pangerannya kelak.
Mas, apakah
kamu masih sering berpergian dengan vespa tuamu? Apakah perempuanmu saat ini
mau menaiki vespa tuamu itu bersamamu? Apakah dia selalu mengiringi setiap
langkahmu? Apakah dia selalu memberimu dorongan seperti aku dulu? Dan saat kamu
membaca bagian ini pasti kamu akan menjawab iya dan tertawa. Lalu kamu akan
mengatakan “Dia cantik, baik, pintar, setia, dan mungkin lebih dari kamu”.
Mas, apakah
kamu masih meluangkan waktumu untuk mengingatku? Apakah kamu masih menyimpan
fotoku bersamamu dulu? Hahaha aku rasa kamu akan menjawab tidak dengan tegas.
Mungkin hanya anganku belaka kamu masih mengingat semua anatar kamu dan aku.
Mas, apakah aku boleh suatu saat nanti datang ke acara besarmu membawa buket
bunga mawar cantik seperti mawar yang kamu berikan pertama kali untukku? Boleh
kan? Aku sangat memaksa kamu menjawab iya.
Mas, kamu
masih sering merokok? Kurangi aku mohon jaga kesehatanmu. Hahaha apakah kamu
masih ingat ketika aku marah denganmu karena kamu merokok disampingku? Kamu
selalu mengalah, kamu selalu mematikan rokokmu ketika disampingku. Apakah
perempuanmu saat ini mengizinkan kamu merokok disampingnya? Aku berharap dia
sama sepertiku.
Mas,
disuratku ini aku hanya ingin mangatakan bahwa aku sangat teramat merindukanmu,
sangat teramat kehilangan sosokmu. Mungkin kamu akan berpikir kenapa tidak dari
dulu aku menulis surat seperti ini. Dulu aku belum berani mengatakan semua yang
ada didalam hatiku. Dulu aku sangat penakut untuk jujur. Maafkan aku dulu aku
sering membuatmu kecewa, maafkan aku yang selalu membuatmu marah dan harus
terus mengalah. Aku sangat berharap semoga perempuanmu saat ini sangat
mencintaimu, selalu menjagamu, dan selalu berdoa untukmu.
Maaf apabila
ada perkataanku yang tak berkenan untukmu Mas.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
With love
Masa lalumu yang selalu mendoakanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar