Pages

Selasa, 14 Mei 2013

Cinta? Mungkin (part 2)

Jam wekerku sudah berbunyi menunjukan pukul 05:00 am. akupun bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh. Setelah sholat subuh aku meraih ponselku. Ada 2 pesan.
"Hmmm dari siapa ini?" batinku dalam hati dan membuka pesanku. Edo?

Received : Edo (Work) ) 09:35 pm
Yeee udah molor ni anak, have a nice dream Cita :)

Received : Edo (Work)
Pagi Citaa :) ayo bangun subuhan hari ini gue masuk kok see you ya :)

Pagi ini entah kenapa rasanya semangat sekali apakah mungkin karena sms dari Edo? Apakah aku mulai menyukainya seperti kata Eki? Ah sudahlah aku harus segera mandi dan berangkat kuliah jam pertama Bu Iis beliau paling tidak suka mahasiswanya ada yang telat.

Naik angkot lagi yuhuu semangat. Waktu nunggu angkot Edo lewat dan berhenti didepanku.
"Ta, ayo bareng Bu Iis hlo ntar telat," teriaknya.
"Oh iya," jawabku aku masih bergelut dengan pikiranku.
"Do, rumah kamu kan gak searah kok kamu lewat depan rumahku?" jawabku tiba-tiba.
"Sengaja mau jemput kamu, pengen lihat senyummu," jawabnya.
*deg* jantungku deg-degan. Tuhan mungkin aku sudah jatuh cinta dengan salah satu makhluk ciptaanmu ini. Ah Edo kamu sukses bikin aku malu lagi.

Sesampainya di kampus aku mengucapkan terimakasih. Kami berjalan bersama ke kelas. Kelas Bu Iis dimulai aku tidak bisa konsen karena Edo. Dia sudah mengambil sebagain pusat perhatianku untuk dia, iya hanya dia Edo Adiwangga. Jam Bu Iis pun berakhir, Edo menghampiriku.
"Pulang yuk, Ta," ajak Edo tiba-tiba.
"Ha? Tumben ngajak bareng," jawabku asal-asalan.
"Aku pengen ngajak kamu ke sesuatu tempat," jawabnya lalu menarikku.

Diperjalanan kami hanya diam. Pikiranku masih melayang jauh, sejak kapan Edo manggil pakai "aku kamu". Danau Tamansari terlihat sepi.
"Suka gak?" tanya Edo tiba-tiba.
"Suka, suka banget Do, kamu tau aja kalau aku suka danau," jawabku antusias.
"Iya, bunga mawar, lagu romantis, hujan, pelangi, fotografi itu semua kan yang kamu suka?" tanyanya lagi.
"Kok kamu tau?" tanyaku kaget.
"Aku tau semua tentang kamu, Ta, boleh aku tanya sesuatu?" tanyanya.
"Tanya aja gak ada yang nglarang kamu kok," jawabku.
"Bolehkah aku memiliki hatimu?" tanyanya.
Tuhan...inikah cinta yang sesungguhnya, cepat sekali Engkau menjawab doaku.
"Gak mau ya?" tanyanya dengan nada sedih.
"Boleh, tapi jangan kamu bikin hancur aku cuma punya satu," jawabku akhirnya.
Seulas senyum tersungging dibibir Edo, aku ikut tersenyum.
"Aku sayang sama kamu, Ta aku janji bakal jaga hati kamu," katanya.
"Aku juga sayang kamu," kataku. Edo memeluk dan mencium keningku.
Saat itulah cintaku bersemi dengan cepatnya. Aku menyayanginya. Tuhan terimakasih Engkau sudah menunjukan apa nama perasaan ini. Cinta suci ini. Aku akan menjaga hatinya dan perasaannya seperti dia menjaga hatiku dan perasaanku. Danau Tamansari menjadi saksi bisu berseminya cinta kita berdua. Aku mencintaimu Edo. :)

end :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar