"Ris, kamu udah putus sama Reza?" tanya Dani mengagetkanku.Aku hanya terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Dani. Aku bingung harus menjawab apa, aku tidak tau apa status hubungan antara aku dan Reza. Reza lebih sering jalan dengan Ira pacaran bohongannya.
"Mmm... gue tau sorry," timpal Dani kemudian. Aku hanya bisa tersenyum getir.
Terlihat dari kejauhan Ira dan Reza sangat mesra. "Apa segitunya kalau menjadi pacar bohongan?" batinku dalam hati. Aku sudah tidak tahan dengan ini semua. Aku harus bagaimana? Aku masih mencintai Reza Tuhan :')
"Za, apa kamu harus semesra itu dengan Ira?" tanyaku siang itu saat makan siang di food court Plaza Ambarukmo.
"Kamu itu kenapa? Ini urusanku bukan urusan mu kamu gak tau apa-apa!" bentaknya.
"Aku hanya cemburu, apakah kamu masih sayang sama aku?" tanyaku lagi tanpa peduli tatapannya tajam.
"Ah sudahlah, kita putus saja aku capek pacaran sama cewek childish kaya kamu!"
"Okelah, aku sudah tahan kaya gini, selamat semoga langgeng dengan Ira" jawabku lalu pergi dengan menahan tangis. Reza hanya melihatku dari jauh tidak menahanku dia memang sudah tidak mencintaiku.
"Selamat ya, Ra semoga langgeng sama Reza udah puaskan ambil semuanya?"kataku.
"Maksud kamu? Kamu mengira aku pacaran beneran dengan Reza?" tanyanya heran.
"Gak usah bohing udah kebukti kok!" jawabku dengan nada kesal.
"Gue sama Ira gak pacaran gue cuma mau ngetes kamu" kata Reza tiba-tiba dibelakangku.
"Gue pengen ngetes eku dewasa enggak ngadepin ego gue ternyata elu cukup sabar, Ri gue sayang sama elu, elu mau kan jadi cewek gue lagi?" timpalnya lagi.
"Please Ri maafin Reza, Reza sayang banget sama kamu," Ira menambahi.
Aku menangis mendengar semua itu.
"Kok malah nangis? Maaf Ri ya udah kalau kamu gak mau balikan maafin aku tapi," tanya Reza kemudian.
"Aku juga sayang sama kamu kok Mas," jawabku dan memeluk Reza.
"Maafin aku, aku belum bisa dewasa," timpalku lagi.
"Kamu udah dewasa kok sekarang, maaf ya udah ngerjain maaf kalau aku egois," jawab Reza lalu mencium keningku dengan mesra.
Sekarang aku tau apa arti dewasa sebenarnya. Dewasa bukan berarti umur kita yang semakin tua tapi bagaimana cara kita menanggapi sebuah masalh dan bersabar menghadapi segala masalah dari segi manapun, dan menghargai pasangan kita menahan ego kita.
end..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar