Hujan turun kala itu seperti biasa aku mengingatmu. Masih ingatkah saat kamu masih disini saat hujan turun kita sering melihat bersama menunggu pelangi? Masih ingatkah kita mengemukakan argumen kia tentang hujan?
Mas Didit. Masih ingatkah akan panggilan itu? Hanya aku yang memanggil dengan panggilan itu. Kamu masih ingat saat kamu mengajakku bermain hujan untuk pertama kalinya? Hahaha iya benar saat itu aku langsung jatuh sakit.
Apa kabarmu di negri orang? Apakah kamu baik-baik saja?
Berapa tinggimu sekarang? Apakah aku masih menjadi adik mungilmu? Aku rasa kamu tidak. Mmmm mungkin kamu sudah menemukan seorang gadis berrambut panjang beralis tebal yang mempunyai paras rupawan seperti putri-putri kerajaan yang sering aku katakan padamu dulu. Mungkin dulu kamu bosan mendengarkan cerita seperti itu dariku, dan sekarang mungkin kamu akan senang mendengarkan dari mulut seorang gadis yang amat kamu cintai disana.
Mas Didit masih ingat tidak saat kamu memutuskan untuk pergi jauh? Pasti kamu masih sering ingat, aku menangis sejadinya saat itu. Saat itu aku masih SMA kelas 1, kamu sudah jadi mahasiswa di universitas yang kamu inginkan disana. Apakah kamu tau? Aku sekarang sudah hampir S2, kamu pasti bangga denganku hehe.
Mas Didit.. apakah kamu tidak merindukan Jogja tempat masa kecilmu? Apakah kamu tidak akan kembali? Eyang Uti pasti sangat merindukan mu di surga sana. Eyang Uti menitipkan salam untukmu. Maafkan beliau yang dulu sering memarahimu. Kirim doa untuk Eyang Uti dari sana agar Eyang Uti ditempatkan disisiNya yang mulia.
Mas Didit aku sangat merindukanmu. Aku berharap kamu kembali kesini bersamaku dan keluargamu di Jogja.
Mas Didit aku menunggumu untuk kembali. Pulanglah ajak gadismu juga kenalkan denganku aku berjanji tidak akan cemburu. :')
Regards
Adik Mungilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar