"Iya, aku tau kita sudah dewasa semua orang sudah tau." jawabnya.
"Lalu kenapa kamu masih mementingkan egomu sendiri? Ada aku ada orang-orang disampingmu yang terkadang tidak sejalan dengan egomu tolong pikirkan lagi." jawabku dengan menahan tangisku yang hampir meledak.
"Ah sudahlah aku yakin aku bisa! Kamu hanya perempuan cengeng tau apa kamu?" jawabnya lalu meninggalkan ku sendiri di taman dekat danau. Tangisku akhirnya meledak. Luapan emosiku tersalurkan sudah lewat tangisku sore itu. Taman di dekat danau itu nampak sepi tak banyak orang yang berkunjung seperti hari biasanya.
Sore itu aku bertengkar (lagi) dengan Reza kekasihku untuk kesekian kalinya karena perbedaan pendapat diantara kita. Aku dan dia sudah menjadi pasangan kekasih sudah hampir setahun. Kita bertengkar karena dia ingin aku menyutujui idenya untuk menjadi pacar pura-pura Ira.
Ira sahabatku sendiri. Apakah mereka berdua bodoh? Atau aku yang bodoh? Reza selalu menyuruhku untuk menjadi dewasa, tapi apa yang dilakukannya? Apakah itu yang namanya dewasa?
Kalau itu dewasa berarti permainan yang dapat menajadi tombak besar rasa sakit untuk orang lain itu baik? Entahlah... Benar kata Reza aku hanya perempuan cengeng yang belum dewasa tidak tau apa-apa tidak seperti Ira sahabatku yang cantik dam dewasa itu..
to be continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar